Another Templates

Ahlan wa sahlan.... selamat datang di jendela motivasi dan inspirasi semoga bermanfaat
Tampilkan postingan dengan label Alkisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alkisah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2011

Semarakkan Hidupmu dengan Sedekah, Agar Hartamu Berkah

SEBUT saja Ami, dia mempunyai pengalaman luar biasa mengenai sedekah. Ami telah lama mengidap penyakit kulit yang tidak jelas, dalam suatu waktu penyakit bisa kambuh, gatal-gatal di seluruh badan. Banyak dokter telah dia kunjungi, obat-obatan telah dia beli, namun seakan tidak mempan, sakit itu tidak kunjung sembuh. Ami enggan lagi ke dokter, dalam keadaan hampir frustasi tersebut Ami berkeinginan menyedekahkan uang yang seharusnya untuk berobat, anak yatim dia pilih untuk menerima sedekahnya.
Tidak ada niat lain Ami selain mencari ridha Allah saat bersedekah. Namun sebuah keajaiban Allah muncul, dari hari ke hari setelah bersedekah, sakitnya pelan-pelan membaik, Subhanallah. Kini Ami tidak perlu lagi mengeluhkan sakitnya, karena sudah sembuh total karena berkah sedekah dan atas izin Allah.
Di tempat yang lain, kisah menakjubkan terjadi, sebut saja namanya Vivi. Vivi dilanda gundah karena tidak kunjung mendapatkan kerja, padahal tidak sedikit usaha yang dilakukan. Bingung mendera hati Vivi. Waktu shalat tiba, Vivi segera menunaikan kewajibannya. Selesai shalat, seakan ada petunjuk kuat dari Allah, sebuah ayat terlintas di kepalanya, “Kamu sekali-kali tidak akan sampai pada kebajikan (yang sempurna) sebelum menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui” (Ali Imran 92).
Vivi lalu mengingat-ingat uang di tabungannya, kemudian mengingat-ingat siapa dalam waktu dekat yang membutuhkan bantuannya. Ingatannya langsung tertuju pada saudaranya yang membutuhkan bantuan. ‘Bismillah, kucari ridha-Mu ya Allah,’ batin Vivi saat itu, bukan mengharap apa-apa selain ridha Allah. Uang di tabungannya ia sedekahkan pada saudaranya yang terbelit kesulitan dikarenakan keluarganya dirawat di rumah sakit. Lega yang dirasakan Vivi, ada kekuatan iman di hatinya, berkah sedekah mampu menenangkan keresahannya. Tidak lama kemudian, dalam hitungan hari, sebuah telpon dari kantor yang dia ajukan lamaran kerja menelponnya, mengabarkan pada Vivi bahwa Vivi diterima kerja, dan agar datang memenuhi panggilan bos perusahaan di kantornya. Saat itulah Vivi langsung sujud syukur.
Sedekah itu perlu keikhlasan, bukan mengharap balasan, sesulit apapun yang terjadi, hendaknya sedekah dilandasi iman dan harapan yang dalam akan ridha Allah.
Balasan sedekah tidak berarti berupa materi, namun bisa saja berkah sedekah tersebut berimbas pada ketenangan hati, khusyuknya ibadah, terjaganya diri dari belanja sia-sia.
....sSedekah menjadikan manusia sebagai pribadi yang mampu ikhlas kapan saja harta titipan Allah itu harus lepas dari tangannya....
Selain itu manfaat sedekah juga mampu menjadikan manusia sebagai pribadi yang mampu ikhlas kapan saja harta titipan Allah itu harus lepas dari tangannya.
Abu baker RA adalah sahabat Rasulullah yang sangat ringan dalam kebaikan, tanpa pertimbangan menggunakan seluruh hartanya untuk menebus budak yang disiksa kaum Quraisy. Begitupun Khadijah, wanita kaya raya yang sangat peduli terhadap kaum tertindas, tidak pernah memperhitungkan ataupun menimbang-nimbang harta yang diinfakkan di jalan Allah.
Sedekah itu memang berat jika tidak dilandasi iman yang kuat, padahal Allah menjanjikan balasan yang luas bagi insan yang menyedekahkan hartanya untuk kepentingan agama Allah.
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tuju bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-NYA) lagi Maha Mengetahui” (Al Baqarah 261).
....balasan dan berkah melimpah bagi harta yang disedekahkan. Mari berlomba-lomba meraih ridha Allah dengan sedekah....
Subhanallah, melimpahnya balasan dan berkah bagi harta yang disedekahkan, apalagi saudaraku yang kalian tunggu?
Mari berlomba-lomba meraih ridha Allah dengan sedekah, semarakkan dunia kita dengan usaha sedekah, agar harta yang Allah titipkan menjadi berkah. [yuliana]

Selasa, 26 April 2011

Pembantu Rumah Tangga, Itulah Pekerjaan Ibuku, Dan Aku Bangga Padanya

Beberapa teman menanyakan kepadaku, apa pekerjaan ibumu? aku menjawab, pekerjaan ibuku adalah  membantu orang tanpa mengenal jam kerja dan lembur, menyenangkan dan meringankan beban orang lain, mengasihi putra orang lain, merawat orang lain dengan penuh ketelatenan, melayani orang lain dengan penuh semangat dan masih banyak lagi. Intinya, pekerjaan ibuku adalah pekerjaan yang mulia, sangat mulia. aku menyebutnya, pekerjaan kasih sayang.
Mereka bertanya lagi, berapa gaji ibuku? aku lalu menceritakan kepada mereka, setiap hari aku melihat ibu berangkat di pagi hari dan pulang malam hari. Dan bangganya aku ketika melihat, tiada keluh kesah yang keluar dari ibuku yang penyayang. Bahkan Ibu mengatakan kepadaku, bahwa kita harus bekerja bukan hanya dengan tenaga ataupun pikiran, tapi dengan hati. Merawat barang milik orang lain, menyayangi anak orang lain, dan sebagainya, haruslah dilakukan dengan sepenuh hati. Lalu aku bertanya kepada mereka, dengan semua itu kira kira berapa gaji yang pantas diberikan untuk ibuku?. Mereka Hanya diam, tidak memberi jawaban.
selanjutnya, Mereka malah bertanya lagi, apakah aku tidak malu mempunyai ibu yang dipandang sebelah mata, berpendidikan rendah, dan kelihatan miskin. Ya Allah, apakah orang orang itu lupa, Baju licin yang mereka pakai dan telah disetrika itu, lantai rumah mereka yang bersih, hasil cucian yang harum adalah hasil kerja ibuku. 
Mungkin aku justru akan malu jika ibuku adalah seorang majikan yang kaya, yang lupa berterima kasih kepada para pembantu rumah tangga seperti ibuku. Aku akan malu, jika seandainya aku ini anak yang manja yang hanya bisa menyuruh-nyuruh seperti seorang raja kepada rakyatnya. Apalagi sampai lupa bahwa tangan pembantuku hanya dua. Aku juga akan malu jika aku menjadi mandor yang tidak pernah absen membentak atau berteriak hanya karena kesalahan kecil, misalnya pakaian sobek karena salah menyetrika. Dan pasti aku akan malu jika menjadi bos yang hanya memberikan sedikit gaji, tapi sudah bertingkah seakan akan aku sudah membeli seluruh dunia dan hidup mereka. 
Ya begitulah kebanyakan orang memandang ibuku. Tapi tak apalah, Kedudukan seseorang dalam pandangan manusia bisa saja mulia, tapi belum tentu dalam pandangan Allah. Siapa tahu ibadah ibuku lebih ikhlas dari pada mereka, yang memiliki ilmu sedikit tapi mengamalkannya. Siapa tahu mungkin ibuku dalam pandangan Allah lebih mensyukuri nikmat yang telah diberikan dari pada mereka. Dan... siapa tahu malah ibukulah yang lebih didengar doa- doanya dari pada mereka. Hanya Allah Subhanahu wata'ala yang maha tahu hati hamba hambanya.
Aku bangga dengan ibuku, walaupun orang memandang rendah pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga, namun ibu bisa menjadi tumpuan harapan anak-anaknya. pekerjaan yang dilakukan ibuku adalah pekerjaan mulia dengan penghasilan yang halal, dan ibuku adalah seorang pahlawan tanpa pujian.
(Syahidah)

Rabu, 20 April 2011

Pelajaran dari bocah penjual Koran


Pagi itu seperti biasa saya berangkat pagi setelah subuh dari rumah, ke tempat penyimpanan motor di bilangan cawang, uki, walau sering terlambat, kali ini saya datang labih awal ketempat menunggu bis antar jemput yang membawa saya ke kantor, saya menyukai naik bus jemputan karena lelah berkendara dari depok-cikarang. Tidak tahan kemacetan ibu kota.

Seperti biasa saya duduk bersama rekan rekan sambil menunggu jemputan. Tetapi karena saya datang lebih awal, munculah seorang bocah lelaki yang seperti biasa menawarkan Koran kepada semua penduduk shelter.

" Koran, Koran, Kompas, Media, tempo, republika, warta kota" begitu teriak bocah laki-laki tersebut menawarkan Koran kepada kami. "Koran bang" dia menawari ku untuk membeli Koran. "seperti biasa kompas satu" kataku meminta Koran yang biasa kubaca setiap pagi.

Tangan mungilnya dengan cekatan memilih Koran yang kuminta diantara tumpukan Koran dagangannya.

" ini bang Koran kompasnya" memberi Koran yang aku minta kepadanya, "nih ada kembaliaanya engga" kataku sambil menyodorkan uang Rp 50.000, kepadanya. "beres bang, pasti ada" segera dikeluarkan kembaliannya dari tas gembloknya yang kotor, "wah pagi-pagi uangnya dah banyak ya" kataku kepada bocah tersebut.


"Allhamdulilah bang, rejeki saya lagi lancar" katanya sambil tersenyum senang. Dan setelah itu diapun berlalu menawarkan Koran kepada para penghuni shelter lainnya.

Saat ini pukul 05.20, masih terlalu lama jemputan ku datang, maka saya menyempatkan membaca koran kompas yang tadi saya beli pada bocah tukang Koran tersebut.

Tanpa sadar saya memperhatikan betapa gigih seorang bocah tukang Koran tersbut mencari uang, dengan menawarkan daganganya kepada semua orang yang datang dan pergi silih beranti.

Sepintas tampak keringat membasahi wajahnya yang tegar dalam usia beliaya harus berjuang memperoleh uang secara halal dan sebagai pekerja keras.

" Koran, mba ada tabloid nova, ada berita selebritisnya nih mba, atau ini tabloid bintang, ada kabar artis bercerai" katanya bagai seorang marketing ulung tanpa menyerah dia menawarkan Koran kepada seorang wanita setengah baya yang pada akhirnya menyerah dan membeli satu tabloid yang disebut sang bocah tersebut.

Sambil memperhatikan terbersit rasa kagum dan rasa haru kepada bocah tersebut, dan memperhatikan betapa gigihnya dia berusaha, hanya tampak senyum ceria yang membuat semua orang yang ditawarinya tidak marah. Tidak terdapat sedikit pun rasa putus asa dalam dirinya, walaupun terkadang orang yang ditawarinya tidak membeli korannya.
Lihatlah sang penjual Koran ini…

Minggu, 17 April 2011

Kisah Sederhana Tentang Taqwa


Ini sebuah kisah nyata, bukan kisah misteri dengan para genderuwo sebagai pemeran utama. Sebuah kisah yang setidaknya memberikan perenungan tentang hikmah apa yang berada dibalik semua itu. Namanya sebut saja Indra, dalam perjalanan pergi ke tempat kerjanya mengalami kejadian yang aneh di pagi itu. Motor yang selalu menemaninya dalam menempuh 72 km kilometer pulang pergi setiap harinya tiba-tiba oleng dengan memperdengarkan bunyi letusan yang cukup keras. Namun ia masih bisa mengendalikannya.

"Duh..., ada apa pula ini" pikirnya. Ternyata ban belakang motornya pecah. Ia pun segera meminggirkan motornya. Ia berpikir, ia akan menuntun lama motor itu untuk mencari tukang tambal ban dan ini berarti bisa terlambat masuk kantor. Ternyata tidak, tidak jauh dari tempatnya yang jaraknya hanya sepemandangan mata terlihat tulisan besar-besar: TAMBAL BAN di atas potongan papan triplek lapuk, dengan kompresor warna jingga terlihat menyolok dan ban-ban luar yang bergelantungan.

Indra pun segera menuju ke kios kecil tempat tambal ban itu. Beberapa saat, ia sudah diperlihatkan ban dalamnya yang sudah robek lebar yang tidak mungkin untuk ditambal lagi. Akhirnya ia sepakat dengan tukang tambal itu untuk mengganti ban dalamnya dengan yang baru. Tidak sampai enam menit motornya pun telah melaju kembali di jalanan setelah sebelumnya ia mengucapkan terimakasih
kepada tukang tambal ban itu. Indra pun akhirnya tidak terlambat masuk kantor.

Keesokan harinya, ia menempuh perjalanan seperti biasa menuju kantornya. Ia melewati tempat saat ban motornya pecah. Di jalanan yang sama, ia mendapati kios kecil tambal ban itu dalam keadaan tertutup.

Esoknya lagi, Indra mendapati keadaan yang sama dengan kemarin. Kios itu masih tutup. Sampai sepekan ia pun masih melihat hal yang sama. Ia pun bertanya-tanya kenapa kios ini tutup melulu. Akhirnya untuk memupuskan rasa penasarannya, ia sempatkan berhenti sejenak untuk menanyakan hal ini.

Indra pun bertanya kepada orang yang berdiri di dekat tempat itu, yang kelihatannya adalah penduduk asli. Jawaban yang ia peroleh cukup mengejutkan. Bahwa kios itu sudah tutup sekitar tiga bulan yang lalu sampai sekarang. Orang itu tetap bersikeras menjawab hal yang sama walaupun Indra telah menceritakan peristiwa yang ia alami sepekan yang lalu, bahwa ia sempat membeli ban di kios itu dan masih ingat betul lokasinya. Tidak, ia tidak lupa tempat tukang tambal itu. Ia pun masih ingat betul warna kusam kiosnya. Akhirnya, ia kembali melanjutkan perjalanannya setelah berulangkali berusaha diyakini orang itu bahwa tidak ada tukang tambal ban di daerah ini setelah tiga
bulan yang lalu itu. Lalu, ia pun bertanya-tanya siapa yang menolongnya itu?

###

Kisah lainnya pun dituturkan lagi oleh Indra, kali ini menjelang lebaran kemarin. Ia baru saja pindah kerja sebulan sebelum lebaran sebagai trainer dari sebuah perusahaan taksi ternama di ibukota ini. Perusahaan tempat kerjanya yang baru adalah perusahaan Agen Tunggal Pemegang Merek mobil terkemuka yang membuka sebuah divisi baru yakni divisi pelatihan, dan ia di hijack dengan diberikan
model kompensasi yang menggiurkan dan jabatan yang baru-kalau tidak bisa dikatakan lebih tinggi dari jabatannya yang lama.

Karena baru saja bekerja, maka pada saat menerima gaji pertama ia hanya mendapatkan gaji sesuai jumlah hari ia masuk pada bulan itu sesuai dengan asas proporsionalitas. Dan yang paling cukup membuat dirinya tidak sebahagia dengan yang lain adalah ia pun belum berhak untuk memperoleh tunjangan hari raya (THR). Ia pun cukup pasrah dengan hal itu, kali ini, di tahun ini, ia mungkin tidak akan sempat untuk berkumpul dengan keluarga besarnya di Bandung. Ia prihatin.

Sepekan sebelum lebaran, Indra dipanggil oleh atasannya. Ia diminta segera menyelesaikan sisa pekerjaannya sebelum disuruh untuk mengantarkan mobil dinas atasannya itu ke bengkel resmi yang berada di kawasan Kelapa Gading. Mobil baru merek Renault ber-cc 1400-an itu pun segera diantar Indra untuk dilakukan general check-up dengan pelayanan paling prima sesuai dengan pesan atasannya kepada bengkel resmi itu.

Dua hari setelah itu. Hari jum'at adalah hari terakhir Indra sebelum ia cuti lebaran. Ia kembali dipanggil oleh atasannya, kali ini ia disuruh untuk mengambil mobil yang ada di bengkel itu. Beberapa jam kemudian, dalam perjalanan pulang ke kantor, sebuah pesan singkat masuk ke dalam handphonenya, dari atasannya. Pesannya adalah ia diharapkan tidak usah ke kantor, langsung saja pulang ke rumah sambil membawa mobil untuk berlebaran di kampung. Ini sebagai pengganti THR yang tidak ia dapatkan.

Dan kejutan itu tidak berhenti di situ. Pesan singkat kembali datang. Kali ini ia mendapati pesan bahwa di bagian belakang mobil itu-yang tak sempat dilihat waktu mengambilnya-didapati satu krat susu instan yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan untuk berbuka puasa di jalanan.

Bombardir SMS dari atasannya berlanjut, kejutan kali ini adalah berupa uang yang cukup untuk membeli bahan bakar khusus beroktan tinggi selama perjalanan pulang pergi Jakarta-Bandung. Indra pun sangat bersyukur sekali. Puasa penuh berkah.

Lebaran tahun ini sangat istimewa bagi Indra dan keluarga. Dalam acara silaturahim itu betapa Indra begitu banyak dihargai oleh para saudara-saudara jauhnya, apalagi dalam acara itu ia membawa mobil barunya. Ia pun miris ternyata penghargaan orang masih dilihat dari penampilan luarnya saja.

Namun Allah telah menutupi segala kekurangannya kali ini. Betapa tidak, dalam kehidupan sehari-harinya ia hanya tinggal di rumah tipe 21. Hanya mempunyai satu motor yang ia naiki berlima dengan tiga anaknya itu untuk jalan-jalan. Berdesak-desakan naik kereta api pulang pergi ke kantornya yang baru-katanya lebih hemat naik KRL daripada naik motor. Saudara-saudara jauhnya yang di Bandung tidak percaya semua ini, ketika Indra mengatakan yang sebenarnya tentang mobil itu dan kondisi dirinya. Tidak apa, benar-benar Allah telah menutupi segala kekurangannya.

###

Dua kisah itu dituturkannya kepada kami dalam acara pekanan yang rutin dilakukan. Kisah yang membuat kami terdiam dan melongo dengan begitu banyak kebaikan yang di dapat oleh teman kami ini. Karena menurut Indra selain dua kisah itu, ada lagi kisah lain yang menunjukkan banyaknya pertolongan Allah pada dirinya.

Satu pertanyaan terlontar dari kami, amalan apa saja sehingga Allah begitu murah hati padanya. Indra tidak menjawab. Ia hanya mengutip sebuah ayat:

"... Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. [Atthalaaq: 64-65]

"Saya sangat meyakini kebenaran ayat ini", tutur Indra. "Saya cuma berusaha untuk menjadi salah satu hamba-Nya yang dimudahkan segala urusannya."

Just it...

Hanya dengan keyakinan dan aksi, iman dan amal, teman saya ini begitu banyak mendapat kemudahan dari Allah. Kisah-kisahnya mendobrak benteng kukuh keangkuhan saya yang hanya mengandalkan kedekatan dengan-Nya-yang entah bermakna atau tidak-untuk sekadar mendapatkan ridha-Nya tanpa ada aksi nyata. Ia tak perlu kuliah S2 untuk mengerti betul visi dan misi hidupnya. Visi hidupnya cuma sederhana: to be muttaqien. Misinya tak rumit-rumit amat, tidak perlu memenuhi semua komponen misi dari Fred R David yang ada 9 itu: menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Itu saja.

Sederhana namun perlu pengorbanan dan konsistensi untuk melaksanakan misi itu. Saya kembali ingat tentang penggambaran Umar bin Khaththab ra.saat ditanya sahabatnya tentang hakekat taqwa itu. Umar menjawab dengan menggambarkan betapa hati-hatinya seorang musafir yang berjalan di atas jalan yang penuh onak dan duri agar sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Itulah taqwa, setiap manusia berhati-hati menempuh hidup yang penuh godaan ini untuk menuju terminal terakhir yang abadi, yakni akhirat.

Senin, 11 April 2011

Kisah Teladan Orang-Orang Yang Sukses


Miftah An Najah (Kunci Sukses) by Dr. 'Aidh Abdullah Al Qorni - I'thishom -2005


Abu Bakar Ash shiddiq adalah salah satu dari 2 orang yang menginfaqkan seluruh hartanya dan beliaulah yang telah berhasil menumpas kemurtadan . Di hari akhir  nanti beliau adalah orang yang akan dipanggil oleh Allah dari delapan pintu  surga.

Umar bin Khotthob ditakuti oleh syaithan sehingga banyak wahyu yang turun  sesuai dengan pendiriannya.

Ustman bin Affan telah membekali pasukan perang Tabuk, dan membeli 'sumur rumah" untuk diwakafkan kepada kaum muslimin dan beliau adalah orang yang selalu  mengkhatamkan Al Qur'an disetiap raka'at sholat.

Ali bin Abi Tholib berani beradu tanding dengan musuh pada perang Badar membuka  benteng Khoibar, pernah menyembelih Amr bin Wud pada perang Khandaq.

Khalid bin Walid telah mengikuti 100 kali peperangan dan telah membunuh 5000  orang pada perang Yarmuk dengan tangannya serta mampu mematahkan sembilan  pedang.

Zubair bin Awwam terluka disetiap bagian tubuhnya dan menyandang pedangnya  disekeliling Rasulullah sampai beliau dijuluki sebagai penolong Rasulullah di  surga.

Tholhah dipukul badannya hingga tangannya lumpuh. Handzalah syahid dalam  keadaan junub kemudian dimandikan oleh Malaikat. Dan 'arsy Allah bergetar  karena kematian Saad bin Abi Waqqash.

Ubay bin Ka'ab adalah orang yang telah mengumpulkan Al Qur'an dan orang yang  membaguskan dalam bacaannya, maka Allah menempatkan beliau diposisi yang  tinggi. Dan Rasulullah juga pernah memerintahkan untuk membacakan surat Al  Bayyinah dihadapan beliau.

Abdurrahman bin Auf telah mensedekahkan 1000 unta penuh dengan perbekalannya  untuk orang-orang faqir sementara Abu Tholhah menginfaqkan kebunnya di jalan  Allah.

Abu Hurairoh adalah orang yang telah hafal sebagian besar hadist dan mampu  membagi malamnya menjadi 3 bagian untuk sholat, belajar dan tidur.

Ahmad bin Hambal berjalan 30.000 mil untuk mencari hadist dan hafal satu juta  atsar. Beliau telah mewariskan 40.000 hadist dalam musnad.

Jabir bin Abdullah pergi ke Mesir untuk mencari satu hadist selama satu bulan, dan Ibnu Musayyib pergi tiga hari untuk satu permasalahan.

Ibnu Hibban meriwayatkan hadist dari 2000 syaikh dan mengarang kitab Shohih  sehingga menjadi kitab yang menakjubkan. Dan beliau sangat menguasai banyak  ilmu sehingga menjadi orang terkenal pada zamannya.

Al Muzani membaca kitab risalahnya Imam Syafi'I sebanyak 500 kali. Dan seorang  'alim dari Andalusia membaca kitab Shohih Bukhori sebanyak 700 kali.

Abu Ishaq Asy Syairazi mengulang pelajarannya sebanyak 100 kali dan menulis  pelajaran setiap qiyas sebanyak 1000 kali dan telah menulis 100 jilid buku.

Ibnu Aqil telah mengarang buku sebanyak 800 jilid dan beliau hanya makan roti  kering untuk bisa bertahan membaca 50 ayat.

Ibnu Taimiyah menulis empat judul dalam satu hari dan setiap buku diselesaikan  dalam satu minggu. Beliau pernah mengarang satu buku penuh dalam satu kali  duduk. Dan bukunya telah dijadikan referensi oleh lebih dari 1000 penulis.

Ibnu Jarir telah menulis 100.000 halaman. Ibnu Juzi pernah menulis 1000 buku.  Dan Ibnu Anbari telah menghafal 400 tafsir.

Atha bin Abi Ra'bah pernah tidur di masjid selama 30 tahun untuk mencari ilmu. Al A'masy tidak pernah terlambat mengikuti takbiratul ihrom selama 60 tahun.

An Nawawi menyebutkan bahwa Karz bin Wabroh bisa mengkhatamkan Al Qur'an empat  kali di malam hari dan empat kali di siang hari. Ibnu Idris pernah  mengkhatamkan Al Qur'an sebanyak 4.000 kali. Imam Syafi'I pernah mengkhatamkan  Al Qur'an di bulan ramadhan sebanyak 60 kali dan Imam Bukhori 30 kali. Imam  Ahmad telah mengerjakan shalat dalam satu hari sebanyak 300 raka'at.

Abu Hurairoh pernah bertasbih sebanyak 12.000 kali dan Khalid bin Marwan pernah  bertasbih sebanyak 100.000 kali.

Di zaman kita sekarang ada orang yang pernah membaca Qul huwallahu ahad (Al  Ikhlash) sebanyak 1.000 kali setiap hari. Dan ada juga orang yang mengkhatamkan  Al Qur'an setiap hari. Ada juga yang bertasbih sebanyak 15.000 kali sehari.

Imam Sibawaih mengarang buku yang paling besar dalam bidang ilmu nahwu pada  usia 30 tahun. Imam Nawawi meninggal pada umur 40 tahun dan telah meninggalkan  warisan yang sangat besar.

Tharfah bin Al Abdu Syahid menjadi panglima perang dalam usia 26tahun. Dan  Muhammad bin Qosim telah menjadi panglima perang pada usia 17 tahun.

Hasan telah meriwayatkan hadist dari kakeknya Rasulullah s.a.w pada usia lima  tahun. Mahmud bin Rabi' pernah menelan ludah Rasulullah di mukanya pada usia  lima tahun.

Ibnu Abbas telah menghafal hadist pada usia delapan tahun dan Ibnu Taimiyah  menjadi mufti pada usia 18 tahun.

Ibnu Hajar mengarang buku Fathul Bari dan muqoddimahnya pada usia 30 tahun.  Kitab Al Gharib karya Abu Ubaid ditulis pada usia  40 tahun. Dan Al Afghani Al  Ashfihani telah menjadi penulis pada usia 50 tahun.

Ja'far Al Barmaki terbunuh pada usia  37 tahun . Umar bin Abdul Aziz menjadi  khalifah pada usia 40 tahun. Ibnu Muqaffa menjadi penyair pada usia 37 tahun.

Masruq pada saat haji tidak pernah tidur kecuali dalam keadaan sujud. Aswad bin  Yazid berpuasa hingga badannya menjadi pucat. Yazid bin Harun menangis hingga  buta. Abu Musa Al Asy'ari berjalan sampai bengkak kakinya.

Imam Bukhori berkata "Saya tida pernah berdusta sejak baligh". Imam Syafi'I  berkata "saya tidak pernah bersumpah demi Allah, baik benar atau dusta".

Abu Muslim Al Khurasani pernah ditanya "Mengapa kamu tidak tidur?" . Beliau  menjawab "Karena cita-cita yang tinggi, tekad yang kuar dan jiwa yang tidak  bisa menerima penindasan".

Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen listrik sebanyak 10.000 kali dan  semuanya gagal namun tetap dilanjutkan sampai berhasil. Sementara Albert  Einstein menghabiskan seluruh umurnya untuk menemukan teori relatifitas.

Kayu bekas penu Ibnu Jauzi bisa dipakai untuk memanaskan air yang dipakai untuk  memandikan jasadnya ketika meninggal.
Debu-debu surban Shalahuddin Al Ayyubi bis dibuat batu bata untuk mengganjal  kepalanya didalam kubur.

Ali bin Husain yang membawa makanan untuk anak yatim di malam hari itu  meninggalkan bekas pada jasadnya .

Abu Tholhah Al Anshori pernah berpuasa 40 tahun berturut turut. Said bin  Musayyib berhaji sebanyak 60 kali dan Imam Ahmad telah memberikan fatwa  sebanyak 60.000 permasalahan dengan disertai dalil.

Abu Syuja' melayani para raja selama 60 tahun kemudian menebusnya dengan  menjadi pembantu di masjid nabawi selama 60 tahun.

Ibnu Bathuthah mengelilingi dunia selama 30 tahun dan beliau telah menemukan  segala galanya dalam perjalanan, hingga dapat mengumpulkan hal-hal aneh dan  mengagumkan kemudian beliaupun menjadi pembicaran sepanjang masa.

Ibnu Khaldun mengasingkan diri dalam sebuah benteng, kemudian beliau menulis  sejarahnya dan diterbitkan hingga menjadi jawaban bagi semua orang yang  bertanya.

Ibnu Asakir menulis sejarah Damaskus dalam waktu 60 tahun. Dua tidak melewatkan  satupun orang alim, sastrawan, penyair, orang yang datang dan pergi dari  Damaskus kecuali beliau sebutkan dalam bukunya.

Ibnu Taimiyah ketika menghadapi masalah yang sulit, beliau beristighfar 1000  kali. Murid-murid Khatib Al Baghdadi pernah meminta kepadanya ketika mereka  dalam perjalanan "Bicaralah kepada kami". Maka beliau berkata "Kita mulai  pembicaraan dengan Al Qur'an" Maka beliau membaca Al Qur'an sampai khatam  kemudian beliau mulai berbicara kepada mereka.

Abu Thahir Al salafi pernah ditanya "Dari mana anda mendapatkan ilmu ini"  beliau menjawab "Dari duduk bersama buku buku yang ada di rumahku selama 70  tahun".

Al Naisaburi pernah membaca Shahih Muslim sebanyak 100 kali. Ibnu Sina membaca  Al Farabi 40 kali, dan ada ulama yang membaca kitab Al Mughni sebanyak 10 kali.

Buku-buku Ibnu Hazm terbakar seluruhnya maka ia mulai menilis kembali dari  hafalannya. Qatadah menghafal buku seberat muatan keledai. A; Sya'bi berkata  "Saya tidak pernah menuliskan tinta hitam ke kertas putih kecuali saya  menghafalnya".

Sufyan Ats Tsauri berdiri semalam suntuk untuk sholat sampai pagi. Ibnu   Mubarak dan salah seorang ulama mengulang hadist sambil berdiri hingga fajar.

Muhammad Al Amin Al syinqithi meneliti sebuah permasalahn selama sehari semalam.

Yahya bin Ma'in menulis lafadz Shallallahu 'alaihi wasallam sebanyak satu juta  kali. Dan menulis hadist sebanyak 50 kali. Al Sya'bi berkata "Yang paling sedikit saya hafal adalah puisi jika kalian mau maka saya akan bacakan kepada  kalian puisi-puisi itu selama sebulan penuh".

Jalan dakwah itu penuh kesulitan. Di jalan itulah Nabi Nuh as meratap, Nabi  Yahya disembelih, Umar dibunuh, darah Ustman ditumpahkan, Ali ra disergap dan  punggung-punggung imam dicambuk.

Ibnu Duraid menyalin kitab Al Jamharah sebanyak empat kali. Imam Bukhori  meneliti kitab Shahihnya sebanyak 16 kali. Setiap hadist yang ditulisnya beliau  awali dengan mandi dan sholat 2 raka'at.

Ahmad bin Hambal menyewakan dirinya untuk mencari ilmu. Abu Hanifah menjual  sebagian perabotan rumah tangganya untuk mencari ilmu. Sufyan Ats Tsauri
menahan lapar selama tiga hari untuk mencari hadist.

Imam Nawawi adalah orang yang selalu belajar, menulis, menghafal, sholat dan  bertasbih. Apabila ia mengantuk, tidur sebentar sambil duduk. Al Syaukani  mempuyai 12 pelajaran setiap hari. Ibnu Sina pernah menulis dalam satu hari 25  halaman.

Nabi Idris as adalah seorang penjahit. Nabi Daud asa adalah seorang pandai  besi. Nabi Musa as adalah seorang penggembala. Ibnu Musayyib pernah menjual  minyak dan Abu Hanifah menjual kain.

Ali mencari syahid dalam perang badar maka mereka berkata "di uhud" maka  beliaupun segera menuju ke sana. Beliau berkata "Mungkin ada di khandak"  Beliaupun berjalan kesana .Mereka berkata "Carilah di Khaibar", maka ketika  beliau mendatanginya, mereka berkata "Sudah terlambat". Kemudian beliau berkata  "Alangkah indahnya mati di dalam masjid".

Ibnu Abbas berkata "Anda dihinakan menjadi pencari tetapi dimuliakan sebagai  orang yang dicari". Umar berkata "Carilah ilmu sebelum menjadi pemimpin" .  Mujahid berkata "Orang yang malu dan sombong tidak dapat mencari ilmu".

Imam Ahmad selama 70tahun mencari bekal hidupnya dari upah toko. Khalil bin  Ahmad selama 70 tahun menjual roti dan minyak. Demikian juga Sufyan Ats Tsauri  selama 70 tahun menjual roti gandum.

Abu Bakar menjadi khalifah selama dua tahun, beliau mampu menumpas orang-orang  murtad. Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah selama dua tahun mampu menegakan  keadilan, menghapus kezhaliman dan melakukan pembaharuan dalam agama. Ibnu Abi  Ja'ad mempelajari ilmu selama 2 tahun hingga menjadi mufti di madinah.

Al Sarkhasi dipenjara dan mampu menulis kitab Al Mabsuth dalam 30 jilid. Aq'ad  bin Al Atsir juga pernah dipenjara dan mampu menulis Jamiul Ushul Wan Nihayah  sebanyak 30 jilid. Dan Ibnu Taimiyah dapat mengarang 30 jilid kitab Majmu  Fatawa juga di dalam penjara.

Ibnu Jauzi pernah menulis lintasan-lintasan pikirannya, sementara kitabnya Fath  bin Khaqan berada di dalam kantong bajunya yang dibacanya setiap hari. Khatib  Al Baghdadi pernah dibacanya sambil berjalan.

Umar bin Abdul Aziz berkata "Sungguh saya memiliki jiwa perindu. Jiwa  merindukan kepemimpinan maka saya mendapatkannya, merindukan khilafah maka saya  meraihnya dan sekarang jiwa itu merindukan surga".

Abu Manshur Al Tsa'labi menjahit kulit kijang kemudian cita-citanya semakin  tinggi hingga beliau menjadi penyair duni. Al Farra bekerja sebagai tukang  kulit beliau juga bisa menjadi orang yang ahli dalam bidang nahwu. Ibnu Zayyat  pernah berjualan minyak kemudian beliau menjadi menteri.