Another Templates

Ahlan wa sahlan.... selamat datang di jendela motivasi dan inspirasi semoga bermanfaat
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2011

Muhasabah harian



            Dalam sebuah riwayat, khalifah Umar bin Khatab berwasiat : ”Hitung – hitunglah dirimu sendiri sebelum kamu dihitung, dan timbang-timbanglah diri terlebih dahulu sebelum kamu ditimbang, dan persiapkanlah dirimu untuk menghadapi alam terbuka yang besar (Mahsyar). Evaluasi diri hendaknya kita lakukan setiap hari supaya kita mengetahui dengan detail kekurangan – kekurangan yang harus kita sempurnakan. Sholat lima waktu merupakan saat yang paling tepat untuk mengevaluasi setiap aktivitas yang akan  lakukan antara sholat yang satu dengan sholat yang lainnya. Ibadah Qiamul Lail dengan sholat tahajud sebagai sarana untuk mengevaluasi kegiatan yang kita lakukan satu hari penuh dan sholat jum’at digunakan untuk mengevaluasi pekerjaan kita selama seminggu.
            Hah – hal yang perlu kita jaga dan kita tekankan dalam kehidupan kita dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah kurang lebih sebagai berikut:



1.      QIAMUL LAIL (Sholat Tahajud)
Allah berfirman : “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu) dan bacaan di waktu malam itu lebih berkesan.” (QS Al Muzammil 6)
Tanyakan pada diri Anda, ketika tengah malam datang apakah Anda menyempatkan diri bangun mengambil air wudhu kemudian mendirikan Qiyamul Lail meskipun hanya sebenta? Ataukah Anda termasuk orang-orang yang tidur nyenyak dan terbuai dalam mimpi? Bukankah Allah telah berfirman : ”Tidak ada hamba yang memohon ampun (pada saat itu) melainkan Aku mengampuninya, seorang hamba yang berdoa melainkan Aku menjawabnya, dan hamba yang meminta kepada-Ku melainkan Aku memberinya.” Ada satu ucapan Lukman Al Hakim yang ia nasehatkan kepada anaknya, ia berkata : “Anakku, janganlah engkau lebih bodoh daripada ayam jantan. Ditengah malam, ia berkokok untuk membangunkan orang yang lelap tertidur, sementara engkau tetap terbuai dalam tidur panjangmu”. Thabrani  meriwayatkan dalam Al Kabir dari Salman Al Farisi ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : ”Hendaklah kamu selalu mengerjakan shalat malam, sebab shalat malam itu adalah kebiasaan orang – orang shalih sebelummu, yang dapat mendekatkan dirimu dengan Tuhan-Mu, yang dapat menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan benteng dari segala dosa serta menolak masuknya penyakit kedalam badan.”

2.      Shalat wajib tepat waktu
Hai sahabatku, apakah Anda menyadari bahwa sesungguhnya Allah mempunyai malaikat – malaikat yang selalu mengikuti dan meneropong kita di waktu siang dan malam? Dan sesunguhnya mereka berkumpul pada waktu shalat fajar dan shalat ashar kemudian mereka naik ke langit, lalu Allah bertanya kepada mereka, sedang melaksanakan apa  hamba – hamba-Ku ketika kau tinggalkan mereka? Malaikat menjawab : “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat.” Apakah Anda selalu menunaikan shalat fajar tepat pada waktunya dengan berjamaah? Lalu bangaimana dengan sholat – sholat lainnya, dzuhur, asyar, magrib, isya’, apakah Anda juga mengerjakannyatepat pada waktunya? Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafiq adalah shalat isya’ dan shalat fajar, kalau seandainya mereka mengetahui apa-apa yang ada didalamnya sungguh mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak.” Sahabatku, shalat adalah ibadah pokok dimana Allah akan menghisabnya pertama kali sebelum amal-amal yang lain. Satu shalat saja yang sahabat tinggalkan , seumur hidup sahabat tidak akan dapat menggantinya.

3.      Membaca Al Qur’an
Sesungguhnya Al Qur’an akan memberikan ketentraman dan ketenangan pada hati orang yang membacanya. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu mempunyai hati yang selalu hidup dan bernilai, berdenyut lagi bergetar. “sesungguhnya orang-orang yang  beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka.” (QS Al Anfal 2)
Apakah Anda selalu membiasakan diri membaca Al Quran sehabis shalat fajar? Dan apakah Anda mengingat Allah dalam keadaan sepi dengan rasa khusyu’ sampai air mata Anda menetes? Ataukah anda termasuk orang – orang yang begitu saja dilalui oleh masa yang panjang lalu hati mereka menjadi keras seperti batu yank eras! Allah SWT. Berfirman “Sesungguhnya Qur’anul fajr itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS AL Isra’ 78)
Maka dari itu sahabatku, bacalah Al Quran setiap hari meskipun hanya sebentar. Pahamilah apa yang And abaca walaupun satu ayat.

4.      Memakan harta yang halal
Ketika Anda duduk di meja makan, pernahkan Anda berfikir sejenak, darimana semua makanan ini berasal? Lalu apakah Anda pernah berfikir dan menyadari bahwa makanan yang Anda makan akan diproses  yang kemudian menjadi daging, darah yang semuanya menyatu dalam tubuh Anda? Kemudian pernahkah Anda berfikir jika salah satu bagian tubuh Anda dibentuk dari makanan yang haram? Bisa jadi mata, tangan, kaki, atau tubuh Anda yang lainterbentuk dari makanan yang halal. Akankah Anda masih percaya diri bahwa Anda akan masuk surge nantinya? Naudzubillah.
Andaikan ada, sungguh Allah Maha Pengampun. Bertaubatlah niscaya Allah akan memberi hidayah beserta ampunan-Nya.

5.      Memenuhi hak fakir miskin
Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah mencintai orang diantara kamu apabila  ia mengerjakan suatu pekerjaan, lalu menekuninya.” Ketika Anda bekerja kemudian mendapatkan hasil dari pekerjaan Anda, apa yang terpikir dibenak Anda? Pernahkah terpikir bahwa dari penghasilan Anda ada sebagian harta yang diamanahkan  Allah kepada Anda supaya diberikan kepada yang membutuhkan? Apa Anda sudah mensucikan hasil kerja Anda dengan menginfaqkan kepada fakir miskin dan saudara – saudara Anda yang membutuhkan? Dan apakah Anda telah menunaikan zakat wajib? Dengan demikian Anda termasuk orang – orang yang bersyukur?
Imam Bukhari meriwayatkan dari Miqdad bin Takrob dari Nabi saw, bahwasanya beliau bersabda : “tidaklah sama sekali orang itu makanmakanan yang lebih baik daripada yang ia makan dari hasil tangannya sendiri, sesungguhnya Nabi Allah Daud as tidak makan kecuali dari hasil tangannya (jerih payah) sendiri’

6.      Merasa diawasi Allah
Sesungguhnya Allah mengetahui setiap gerak gerik tingkah laku manusia. Apa yang Anda lakukan ketika melihat sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilihat? Apakah Anda memalingkan mata dan menundukkan pandangan kemudian segera ber-istighfar kepada Allah, karena Allah tahu benar  bahwa pandangan mata pertama masih dimaafkan dan pandangan kedua dilaknat? Lagi pula memandang barang haram itu adalah panah racun diantara sekian panah racunnya Iblis? Apakah ketika ada seorang wanita yang berkedudukan, cantik lagi molek memanggil-manggil Anda untuk melakukan kemaksiatan semu, lalu secepatnya Anda menolak seraya berkata : “sesungguhnya saya takut kepada Allah.” Kemudian Anda mengulang – ulang firman Allah swt : ”Wahai Rabku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka (wanita – wanita) kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka tentu aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka dan tentulah aku termasuk orang – orang yang bodoh.” (QS Yusuf 33)
Apakah Anda sudah merasakan bahwa setiap tingkah laku Anda tetap diawasi oleh Allah? Ataukah Anda termasuk orang yang merasa diawasi tapi tetap melanggar, sebab Anda mengira umur Anda masih panjang?

“barangsiapa yang rendah hati
Kepada saudaranya yang muslim, maka
Allah akan mengangkat derajatnya, dan
Barangsiapa mengangkat diri terhadapnya,
Maka Allah akan merendahkannya”
(HR Ath Thabrani)

Jumat, 03 Juni 2011

Rincian Harga Kasih Sayang Seorang Ibu

Seorang anak yang kaya lagi sukses menjenguk ibunya yang terbaring di rumah sakit. Sudah sebulan lamanya sang ibu bergelut dengan penyakit yang nyaris merenggut nyawanya. Alhamdulillah, tepat keesokan harinya sang ibu telah diijinkan pulang oleh dokter.

Dengan segera, si anak mengantar ibunya kembali ke rumah. Ketika sampai di rumah, dan melihat ibunya terbaring, tiba tiba si anak mengeluarkan lembaran lembaran kertas untuk diberikan kepada ibunya. Isinya adalah tagihan uang selama perawatan di rumah sakit.

1. Obat: Rp. 12.500.000
2. Kamar rumah sakit: Rp. 8.000.000
3. Uang Lelah menjenguk: Rp. 4.000.000
4. Uang Jaga malam di rumah sakit: Rp. 3.000.000
5. Uang untuk Merawat ibu selama sebulan :Rp. 5.000.000
6. Kerugian karena harus meninggalkan meeting: Rp 4.500.000
4. Bensin untuk perjalanan: Rp. 1.000.000
5. Lain lain: Rp. 10.000.000

Tak lupa, dipojok kiri bawah tertulis "Bisa dilunasi kontan atau dicicil"

Sang ibu tersenyum kepada anak kesayangannya tersebut. Beliau lalu mengambil sebuah map dan menyerahkan kepada anaknya.

Si anak yang tidak mau waktunya terbuang, segera meluncur meninggalkan rumah ibunya. Beberapa jam setelah itu,ponselnya berdering dan seorang kerabatnya mengabarkan kalau penyakit ibunya kambuh. Si anak terdiam tidak perduli, jadwal kerjanya masihlah sangat banyak dikantor, dan itu yang harus diutamakan, pikirnya.

Sebentar kemudian, dia teringat untuk membuka dan mengetahui isi dari sebuah map yang telah diberikan ibunya hari itu. Ternyata berisi sebuah sertifikat rumah, tanah, dan lain lain milik ibunya.

Belum sempat dia menyelesaikan membaca, tiba tiba ponselnya berdering lagi. Kali ini kerabatnya memberitahukan bahwa sang ibu telah meninggal dunia.

Si anak masih terdiam, sampai dia melihat secarik kertas kecil yang jatuh diantara beberapa surat yang digenggamnya...
Sebuah surat terakhir dari ibunya yang berisi...

" Terimakasih atas semua yang telah kau berikan pada ibu, anakku sayang. Kau punya rincian, ibupun akan demikian. Namun ibu merasa kurang bisa mengisi berapa harga yang pas untuk rincian ini.
1. Biaya pembelian nutrisi untukmu selama kau di dalam kandungan: Rp....
2. Biaya bersalin ibu untukmu ditambah biaya kesakitan melahirkanmu : Rp....
3. Biaya merawatmu setiap malam: Rp...
4. Biaya Air susu ibu:Rp....
5. Biaya sekolah, makan, tempat tinggal untukmu: Rp. ..
6. Biaya mendidikmu hingga kau dewasa dan sukses :Rp...
7. Biaya Mengasihimu selama 30 tahun: Rp....
8. Biaya Mendoakanmu: Rp....
9. Lain- lain: Rp....
Ah ibu bercanda anakku...
Ibu serahkan semua ini sebagai warisan untukmu. Maap ibu tidak bisa memberimu lebih banyak. Maafkan ibu."
Tangis penyesalanpun akhirnya memenuhi ruangan itu...

Minggu, 17 April 2011

Ijinkan Aku Menciummu Ibu...


Penulis : NN

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku dipaksa membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut. Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua.

Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku. Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana.

Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi. Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian.

Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga. Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi.

Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya. Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan.

Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis. Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa.

Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi doa di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih.

Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang. Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini. Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.

"Rabbigfirli Waliwalidaya warhamhuma kama robbayani shogiro"

Jumat, 15 April 2011

Rahasia Shalat Subuh


Oleh : Dr. dr. Barita Sitompul SpJP
Staf Pengajar Pada Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI


Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat subuh. Bagi mereka yang beriman segera saja melemparkan selimut dan segera wudhu dan shalat baik di rumah masing-masing atau ke mushalla atau masjid terdekat dengan berjalan kaki. Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengani manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu.

Dalam adzan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah "ash shalatu khairun minan naum".

Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat "ash shalatu khairun minan naum"? Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain. Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi disisi mana manfaat i tu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulukan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati. Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular. Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.

Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.

Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sma lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini.

Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat "ash shalatu khairun minan naum"?

Shalat subuh lebih baik dari tidur?  Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya (dikerok). Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin. Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. "Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu".

Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida. Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.

Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga. Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita.

Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular.

Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus. Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO.

Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.

Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintahNya akan tetapi memandangnya sebagai kebutuhan kita. Sehingga tidak merasa berat dan terpaksa dalam menjalankan ibadah dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid.

Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini. Amien.

Kamis, 14 April 2011

Sebuah Renungan


Bayangkan bila pada saat kita berdoa dan mendengar ini: "Terima kasih, Anda telah menghubungi Rumah Allah ".
 Pilihlah salah satu:
 * Tekan 1 untuk 'meminta'.
 * Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
 * Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
 * Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."

 Atau, bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini: "Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain.  Tetaplah menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."
Bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:
"Jika Anda mau bicara dengan Malaikat Jibril,tekan 1.
 Dengan Malaikat Mikail,tekan 2.
 Dengan malaikat lainnya,tekan 3.
 Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,tekan 4.
 "Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka, silahkan tunggu sa mpai Anda tiba disini!!"

Atau bisa juga Anda mendengar ini :
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini, Silakan mencoba kembali esok hari."
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."
Alhamdulillah, Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelponNya setiap saat!!!

Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda.  Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara  pribadi.

Ketika Anda memanggil, gunakan nomor utama ini: 24434
2 Rakaat : Shalat Subuh
4 Rakaat : Shalat Zuhur
4 Rakaat : Shalat Ashar
3 Rakaat : Shalat Maghrib
4 Rakaat : Shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483
2 Rakaat : Shalat Subuh
8 Rakaat : Shalat Dhuha
4 Rakaat : Shalat Zuhur
4 Rakaat : Shalat Ashar
3 Rakaat : Shalat Maghrib
4 Rakaat : Shalat Isya
8 Rakaat : Shalat Lail ( tahajjut )
3 Rakaat : Shalat Witir

 Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist  Rasul"
Langsung kontak, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa biaya.
Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas
dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!.

7 Kalimah ALLAH

Sabda Rasulullah S.A.W : " Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut "
1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
 2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
 3. Mengucap Astaghfirullah jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
 4. Mengucap Insya-Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
 5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
 6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima musibah.
 7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah" sepanjang siang dan
malam sehingga tak terpisah dari lidahnya

 Dari tafsir hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu mudah-mudahan jadi boleh, karena sudah biasa.


Sabtu, 02 April 2011

Khusyukkah Shalat Kita


Alhamdulillahirabbil 'alamin, segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Sahabat, marilah kita selalu menyempatkan sebagian malam,untuk sedikit merenung...
 
Bismillahrirrahmanirrahim
Alhamdulillahirabbil 'alamin, segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Sahabat, marilah kita selalu menyempatkan sebagian malam, barang sejenak untuk mendekatklan diri (taqarrub) kepada Zat yang telah menciptakan kita. Untuk menghisab diri, apakah ibadah sholat yang kita lakukan sudah ikhlas dan pantas diharapkan pahalanya. Walaupun kita sehari semalam telah menghadap bersimpuh sujud sebanyak 5 kali, maka seberapa ikhlaskah shalat kita lakukan? Kadang kita pun terburu-buru dalam melakukan shalat, astaghfirullah, hingga kita pun tidak mampu meresapi nilai-nilai shalat. Kadang kita melakukan shalat hanya sebatas rutinitas belaka tanpa menyadari bahwa kita sedang menghadap kepada Sang Pencipta, astaghfirullah.

Sahabat, marilah kita ambil hikmah sebuah hikayat seorang salafusshalih (orang shalih zaman dulu) berikut:

Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat wara’ (hati-hati) dan khusyuk sholatnya. Namun, dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk. Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?".
Hatim berkata, "Apabila masuk waktu solat, aku berwudhu zahir (lahir/nyata) dan batin."
Isam bertanya, "Bagaimana wudhu zahir dan batin itu?"
Hatim berkata, "Wudhu zahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua anggota wudhu dengan air". Sementara wudhu batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :

1. Bertaubat
2. Menyesali dosa yang telah dilakukan
3. Tidak tergila-gilakan dunia
4. Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')
5. Tinggalkan sifat berbangga
6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu
7. Meninggalkan sifat dengki."

Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan aku sedang berhadapan dengan Allah, Syurga di sebelah kananku, Neraka di sebelah kiriku, Malaikat Maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Siratal mustaqim' dan menganggap bahwa solatku kali ini adalah solat terakhir bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik."

"Setiap bacaan dan doa dalam solat, ku faham maknanya, kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhu, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun."

Apabila Isam mendengar, menangislah dia karena membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibanding-kan dengan Hatim.

Subhanallah, betapa nikmatnya sholat kita jika bisa khusyu’. Marilah selalu memperbaharui kualitas sholat kita; sholat hari kemarin adalah masa lalu yang kita harus bertaubat supaya tertutup kekurangan yang ada, sholat kita hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan sholat hari esok adalah suatu amalan yang kita tidak tahu apakah masih bisa melaksanakannya atau tidak.

Ya Allah…..
Engkaulah yang menciptakan kami….
Engkaulah yang telah memelihara kami di alam rahim ibu….
Engkaulah yang meniupkan ruh ke dalam jasad kami….
Engkaulah yang memberikan kami nafas kehidupan….
Engkaulah yang memberi kami rezeki….
Dan kepada Engkaulah kami akan dikembalikan….
Ampunilah kami….
Yang sering melupakan wujud-Mu….
Ya Allah…..
Kami telah mendholimi diri kami sendiri,
Dan jika Engkau tidak mengampuni kami,
Maka kami termasuk orang-orang yang merugi….
Ya Allah….
Janganlah Engkau jadikan kami penentang-Mu yang nyata...
Janganlah Engkau sesatkan kami setelah Engkau beri kami petunjuk….
Naungilah kami dalam hidayah dan kasih sayang-Mu….
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Memberi…
Amin…