Another Templates

Ahlan wa sahlan.... selamat datang di jendela motivasi dan inspirasi semoga bermanfaat

Sabtu, 09 April 2011

Macam-Macam Hati Manusia


Oleh :KH. Drs. Arif Ichwanie As.


Syaikh Abi Nuwas berkata : "Ya Allah, umurku makin hari bukan makin bertambah tapi makin hari makin berkurang. Akan tetapi dosaku makin hari makin bertambah (dosa kepada Allah, dosa kepada manusia dan lain-lain). Bagaimana aku akan memikul beban ini". Orang yang merasa dirinya memiliki dosa atau kesalahan menandakan bahwa dia adalah seorang yang tawadhu (rendah hati). Sebaliknya orang yang merasa dirinya baik, pintar, kaya dan sebagainya menandakan sebuah kesombongan. Karena itu TQN mengajarkan kepada kita untuk merasa rendah, merasa bodoh, merasa miskin, merasa jelek dihadapan Allah Swt.

Sudah saatnya kita untuk mengadakan perenungan terhadap diri kita sendiri. Orang Sunda berkata "Kiwari dimana nya urang asal, kiwari dimana nya urang aya, jeung jaga rek kamana urang rek mulang" (Darimana kita berasal, dimana kita sekarang dan akan kemana kita nanti). Pertanyaan ini harus dijawab oleh diri kita masing-masing sebagai upaya perenungan diri, sehingga kita mengetahui siapa kita sebenarnya yang pada gilirannya nanti seperti apa kata Rasulullah Saw. "Barangsiapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal siapa Tuhannya". Dzikir Jahar dan dzikir Khofi yang telah kita dapatkan, mengajarkan kepada kita untuk merenungi siapa diri kita dihadapan Allah Swt.

Di dalam al-Qur'an dijelaskan bahwa hati manusia itu terbagi menjadi 3 golongan.

1. Orang-orang yang hatinya hidup; mereka membawa hati yang selamat ketika menghadap Allah ketika suatu hari harta yang berlimpah dan anak-anak yang kita sayangi tidak dapat membelanya, tidak dapat memberikan manfaat.

2. Orang yang hatinya sakit; Dalam hatinya ada penyakit seperti sombong. Untuk yang satu ini kita perlu menyembuhkannya yaitu dengan dzikrullah. "Setiap segala sesuatu ada alat pembersihnya. Dan alat untuk membersihkan hati adalah dzikrullah. Alhamdulillah kita semua sudah mendapatkannya.

3. Orang yang hatinya mati (tertutup rapat); mereka tidak dapat menerima kebenaran dari siapapun. Oleh karena itu kita perlu terus mengkaji kitab Miftahus-Shudur (Kunci Pembuka Dada) dengan terus mengamalkan dzikrullah, khataman, manaqiban dan amal ibadah yang lainnya. Dengan tekad yang kuat Insya Allah hati kita akan terbuka.