Another Templates

Ahlan wa sahlan.... selamat datang di jendela motivasi dan inspirasi semoga bermanfaat

Minggu, 10 April 2011

Tipe Manusia


 Manusia lebih cenderung kepada urusan duniawi daripada urusan ukhrawi. Meskipun tahu bahwa dunia sementara.

"Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang paling baik (surga)". (QS Ali Imran : 14)

Agar tidak tertipu dunia, ada 6 hal yang bisa dilakukan seorang Muslim, pada saat orang lain melakukan enam hal lainnya.

1.   kalau orang lain sibuk mengumpulkan amal kebaikan dunia, maka sibukkanlah kita untuk menyempurnakan amal kebaikan.
2.   kalau orang lain menyibukkan diri dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunah, maka sibukkanlah diri kita untuk menyempurnakan ibadah-ibadah wajib.
3.   kalau orang lain disibukkan dengan urusan-urusan lahiriyah, maka sibukkanlah kita dengan urusan batiniah.
4.   kalau orang lain disibukkan dengan mengoreksi keburukan-keburukan orang lain, maka sibukanlah kita untuk mengoreksi keburukan-keburukan diri.
5.   kalau orang lain sibuk untuk memakmurkan dunianya, maka sibukkanlah diri kita untuk memakmurkan kehidupan akhirat.
6.   kalau orang lain sibuk untuk mencari dan mendapatkan pujian dari manusia, maka sibukkanlah diri kita untuk mencari dan mendapatkan pujian dari Allah SWT.

Enam macam kesibukan yang yang diungkapkan ahli hikmah di atas, mewakili kecenderungan manusia dengan dunia. Imam Al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin mengungkapkan tiga karakter manusia saat beramal.

Pertama tipe hamba sahaya.
Manusia dengan tipe hamba "hanya" akan berbuat tatkala ada yang mengawasi. Yang mendasarinya adalah rasa takut.

Kedua, tipe pedagang.
Manusia tipe pedagang lebih banyak mendasarkan amalnya pada aspek untung rugi. Ia beramal bila amal itu akan mendatangkan pahala dan kebaikan padanya.

Ketiga, dalah tipe "ihsan".
Orang-orang yang beribdah bukan untuk mendaptkan keuntungan duniawai. Mereka beribadah semata-mata karena mengharapa ridaha Allah.

Dimana diri kita. Wallahu'alam.