Another Templates

Ahlan wa sahlan.... selamat datang di jendela motivasi dan inspirasi semoga bermanfaat

Jumat, 18 Maret 2011

Mahasiswa berkopetensi


    
Alkisah. Ada seorang perancang mobil yang ingin menciptakan mobil terbaik dari segala yang terbaik. Ia meminta kepada insinyurnya untuk mengambil bagian terbaik dari merek-merek yang ada di dunia. Lantas bagian-bagian itu dirakit menjadi sebuah  mobil baru. Ketika selesai, mobil ini memiliki ribuan spare parts terbaik dari berbagai merek ternama. Ada yang dari Ford, BMW, Mercedes benz, Nissan, Honda, Toyota, sampai Chevrolet.
Betul-betul kumpulan dari semua yang terbaik. Segalanya sempurna. Tidak mungkin ada komposisi yang lebih baik dari pada ini. Hanya satu kelemahannya: mobil baru ini tidak bisa berjalan.
Kesempurnaan itu bukanlah gabungan dari segala sesuatu yang terbaik. Karena setiap bagian yang terbaik jika disatukan belum tentu bisa bekerja sama dan saling mendukung. Kesempurnaan itu adalah bagaiman mengoptimalkan segala kelebihan dan kekurangan menjadi suatu kekuatan yang bisa menaklukkan segala rintangan.
Seperti itulah mahasiswa berkopetensi. Ia tidak harus pintar dalam segala bidang. Untuk apa keunggulan-keunggulan yang ia miliki jikalau tidak dapat digunakan dan diterapkan secara selaras. Mahasiswa berkopetensi ialah mahasiswa yang mana ia mampu mengoptimalkan dirinya dalam suatu keadaan. Walau ia dipenuhi dengan beragam kekurangan, jika ia dapat mengoptimalkannya maka ia akan menjadi orang yang berkopeten dalam bidangnya.

Ada beberapa hal yang dapat menjadikan diri kita menjadi orang yang berkopetensi:

1.     Mampu berkomunikasi
“Man is classifiying animal”, begitulah kata pameo kuno. Apa yang membedakan manusia dengan binatang? Ya, kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Komunikasi adalah senjata manusia untuk menguasai seluruh jagat raya. Komunikasi bukan hanya diperlukan untuk berinteraksi antar sesame, tetapi juga untuk memahami apa yang ada dalam pikiran orang lain. Untuk apa otak yang jenius, kreatifitas yang tinggi tapi tidak memiliki inovasi yang selaras dengan apa yang ia miliki. Untuk apa ilmu yang banyak tapi tidak mampu untuk menularkan kepada orang-orang sekitar. Jadi kemampuan berkomunikasi adalah syarat mutlah jika ingin menjadi orang yang berkopetensi.

2.     Bertanggung jawab
Bertanggung jawab juga salah satu yang menjadi syarat menjadikan orang dapat berkopetensi. Jika sapi agar tidak lari maka sapi harus diikat dengan tali, begitu juga dengan ilmu. Agar ilmu tidak mudah hilang maka harus diikat dengan menulisnya dan mengamalkannya. Seriap manusia memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing. Seorang Kepala DPR maka ia harus bertanggung jawab atas tugasnya kepada masyarakat yang mengangkatnya. Seorang Presiden harus bertanggung jawab atas tugasnya kepada rakyatnya begitu juga dengan mahasiswa, jika memiliki  suatu amanah maka ia harus bertanggung jawab atas apa yang diamanahkah kepadannya. Jangan sampai menjadi orang yang tidak amanah, sehingga membuat diri sendiri tidak dipercayai oleh orang lain.

3.     Percaya diri
Tidak ada yang bisa membangkitkan rasa percaya diri selain diri kita sendiri. Milikilah hati yang kuat dan berjiwa besar, karena hanya itu yang diperlukan untuk menjadikan diri menjadi pribadi yang berkopetensi. Orang yang tidak yakin akan kemampuannya, maka ia akan terus dikerdilkan oleh orang lain dan mudah sekali terhasut dan terpengaruh. Karena tidak adanya rasa percaya akan dirinya sendiri. Maka dari itu percaya diri dan tidak pernah berpikir akan kegagalan adalah sikap seorang yang berkopetensi yang harus melekat pada dirinya.

4.     Ketekunan+ketabahan=berkopetensi
Membaca, menulis, berhitung, seni dan ilmu pengetahuan tidaklah cukup untuk menjadi orang yang berkopeten. Tidak ada emas yang berada di permukaan tanah, tidak ada mutiara yang terapung di lautan, tentunya semua itu didapat dengan susah payah dan kerja keras. Seperti itulah kopetensi. Ia tidak semudah itu didapat. Melainkan dengan beberapa proses pencapaian. Pertama ia harus tekun dalam bidang yang ia tangani, setelah tekun maka jangan pernah menyerah untuk mencoba dan berusaha. Tentu kita masih ingat tantang”seorang tukang yang ingin memecah batu yang ada di bukit, hingga pukulan ke 99 batu itu tidak pecah. Tetapi ketika datang seorang, cukup memukul sekali, batu itu langsung hancur” hal itu membuktikan, jika kita harus sabar dan tekun dalam menuju cita-cita kita.

5.     Memiliki ATM
Ya! Seorang yang bekopetensi wajib memiliki ATM. Apa itu ATM?  Yaitu Amati Tiru Modifikasi. Seorang yang berkopetensi harus pandai mengamati perkembangan zaman, setelah mengamati lalu tiru, contoh kisah-kisah orang – orang yang berkopetensi pada bidangnya, setelah itu timbulkan kekreatifitasmu dengan memodifikasinya menjadi hal yang lebih baik.

6.     Berikan sedikit penghargaan, minimal pujian
Memberikan pujian atau penghargaan kepada orang lain, memiliki arti penting bagi yang menerimanya. Sangking pentingnya, sehingga mampu mengubah seseorang yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Maka dari itu jangan ragu dalam memberikan penghargaan atau minimal pujian. Karena hal ini bisa menjadi energy positif dan motivasi agar kita tetap dapat berkarya dan berkopetensi.

Sedang yang menghambat mahasiswa berkopetensi adalah
1.     Rasa egoisnisme dalam pertemanan
Dalam suatu perkumpulan atau suatu kelompok, rasa egois dalam diri adalah factor utama dalam perpecahan dan permusuhan.  Jika sudah timbul rasa egois yang tinggi maka dihawatirkan , akan terjadinya persaingan yang tidak sehat. Walau terkadang egois itu diterapkan pada saat ujian dimulai.

2.     Sarana dan prasarana lingkungan
Fasilitas yang ada di lingkungan juga tax kalah penting dalam peningkatan kopetensi. Bagaimana kita mau maju tapi alat-alatnya serba ketinggalan jaman…? Dari alat-alat praktikum, ruang ajar mengajar dan yang lain-lainnya.

3.     Lingkungan social
80% sifat dan akhlak manusia tergantung pada pergaulan lingkungannya. Jika ingin cerdas maka berkumpullah kepada orang-orang yang memiliki wawasan yang lebih luas lagi. Jika lingkungannya buruk maka tidak menutup kemungkinan jika kita bergaul dengan mereka maka kita juga akan tertular dengan keburukannya.

4.     Kemauan pribadi
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, rasa percaya diri tumbuh dari diri sendiri. Jika seseorang memiliki keinginan yang kuat dan terus berusaha maka ia kan mencapai apa yang ia inginkan. Tapi kalau malas, ogahan dan penyakit lainnya. Maka ia ibarat jalan ditempat

5.     Tidak dihargai
Hal ini juga sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. Suatu penghargaan adalah bukti jika apa yang kita lakukan selama ini diakui oleh orang lain dan dapat dihargai. Apa jadinya jika apa yang kerjakan selama bertahun tahun jika ujung-ujungnya tidak dihargai. Maka hal itu akan menumbuhkan sikap cuek dan tidak peduli terhadap masyarakat.